Sejarah Taman Herbal Sibolangit
Taman Herbal Sibolangit
INTRODUCTION
Al Kisah, Guru Penawar dari Urung Serba Naman (yang berpusat di daerah Sunggal sekarang), mengutus beberapa orang ‘pemulung tawar’ untuk berburu ramuan berupa tanaman obat ke Ture Deleng (Lereng Gunung), karena tumbuhan obat yang diperlukan umumnya hanya tumbuh di dataran tinggi.
Tanaman langka yang dicari kala itu antara lain: Besi-Besi, Sampei Sempilet, Gagaten Arimo, Kalinjuhang, Buah Rubey, dan lain-lain.
Jejak Perjalanan Para Pemulung Tawar
01 · Sembahe
Perhentian pertama, sampailah mereka di tepi sungai yang terdapat banyak pohon Jabi-jabi dan Salabulan (sejenis beringin) yang subur dan rindang. Untuk melepas lelah, rombongan pun mandi-mandi di sungai yang akhirnya mereka ketahui bernama Sungai Lau Betimus. Di naungan pohon beringin itu banyak orang menaruh cibal-cibalen (sesajen). Maka mereka pun menyebut tempat itu “Sembah e” — lokasi perhentian yang kini kita kenal sebagai Tempat Pemandian Alam Sembahe.
02 · Sibolangit
Singkat cerita, rombongan Guru Penawar meneruskan perburuannya ke perbukitan yang lebih tinggi, karena menurut Sang Guru Penawar tumbuhan yang mereka cari biasanya terdapat di lereng pegunungan. Akhirnya sampailah mereka di tempat yang cukup tinggi. Saking letihnya mendaki, mereka nyaris kehabisan napas. Mereka pun menamai tempat perhentian kedua ini “Si bau Langit” (Si bo langit).
03 · Rumah Sumbul
Di Sibolangit rombongan bertemu seorang tua bermarga Guru Singa. Setelah bertutur dan berkenalan, ternyata orang tua itu adalah Guru Pertawar Penggel (Dukun Patah) dari Dusun Lau Bentludan. Orang tua inilah yang banyak menolong, menunjukkan ke arah mana para pemulung tawar harus mencari ramuan pulungen tawar. Tempat itu memiliki banyak mata air, sehingga orang menamainya dusun Rumah Sumbul.
“Hikayat dan cerita inilah yang menginspirasi kami untuk membangun Taman Herbal Sibolangit di Desa Rumah Sumbul, Kecamatan Sibolangit.”
By: RS
